Pada dasarnya kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena ada dorongan untuk memenuhi individu itu sendiri. Jika individu berhasil dalam memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasa puas dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan ini akan banyak menimbullkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.

Pada umumnya secara psikologis dikenal ada dua jenis kepentingan dalam diri individu, yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/pskologis. Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang individu yang sama persis didalam aspek pribadinya baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya.

Perbedaan tersebut secara garis besar disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor pembawaan dan lingkungan sosial sebagai komponen utama bagi terbentuknya keunikan individu. Perbedaan pembawaan akan memungkinkan perbedaan individu dalam hal kepentingannya, meskipun dengan lingkungan yang sama. Sebaliknya lingkungan yang berbeda akan memungkinkan timbulnya perbedaan individu dalam hal kepentingan meskipun pembawaannya sama

Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
1. kepentingan indivdu untuk memperoleh kasih saying
2. kepentingan indivdu untuk memperoleh harga diri
3. kepentingan individu untuk memperoleh pengharagaan yang sama
4. kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
5. untuk dibutuhkan oleh orang lain
6. untuk memperoleh kedudukan didalm kelompoknya
7. kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
8. kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri

sumber : Herwantiyoko & Katuuk F. Neltje. 1997. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Gunadarma. Jaka

study kasus :

kasus seperti yang terjadi di daerah Surabaya, seorang anak anak berusia 4 tahun sudah berteman dengan rokok. Sang orang tua memberikan rokok tersebut kepada anaknya dengan alasan untuk menenangkan sang buah hati, karena jika tidak anak tersebut akan mengamuk. Alasan lainnya adalah karena selama ini tidak ada keluhan apapun yang dialami oleh anaknya.

Memang, efek dari merokok tidak dapat dirasakan dalam jangka pendek tetapi akan dirasakan dalam jangka panjang. Setelah pemakaian jangka panjang baru akan terasa bahwa merokok dapat membunuh secara perlahan.

Seharusnya orang tua anak tersebut melarang sang anak merokok apapun alasannya. Karena masa depan sang anak lebih penting daripada hanya memuaskan kesenangan sesaat. Pemerintah dapat mendukung hal ini dengan menciptakan Undang-Undang yang tegas tentang larangan merokok bagi anak-anak dibawah umur. Sehingga bangsa Indonesia dapat menciptakan generasi penerus yang bebas dari rokok.

opini :
harusnya pihak orang tua melarang dan memberi perhatian khusus kepada si anak tersebut. kebanyakan saya perhatikan banyak orang tua yang bersikap acuh kepada anaknya, padahal si anak melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dia lakukan.