Tujuan Pendidikan Umum di Perguruan Tinggi

1. Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :

  • Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat.
  • Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya
  • Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner.
  • Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

(Sumber: Buku MKDU Ilmu Sosial Dasar Oleh: Harwantiyoko, Neltje F. Katuuk Penerbit Gunadarma)

STUDI KASUS :

1. Sarana pendidikan kurang memadai

Sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Magelang dinilai kurang memadai. Akibatnya, proses belajar mengajar belum optimal. Agar pendidikan lebih baik, sarana pendidikan terutama gedung sekolah yang rusak diprioritaskan pelaksanaan pembangunan.

“Secara bertahap memang sudah dilakukan pembenahan dengan rehab gedung melalui dana APBN, APBD I dan APBD II. Pada anggaran 2006 hingga 2008 sebanyak 990 ruang kelas yang menjadi target perbaikan,” kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Magelang, Drs Mashari, kemarin.

Menurutnya, perbaikan sarana pendidikan sebanyak 990 ruang kelas dibiayai dari APBN (50%), APBD I (30%), dan APBD II (20%). Meski sudah dilakukan perbaikan, namun masih kurang maksimal, terutama sarana pendukung. Seperti laboratorium dan perpustakaan.

“Perpustakaan SD baru ada enam, yakni SD inti yang memiliki secara memadahi. Sedang SD maupun MI lainnya, masih banyak yang belum memiliki,” katanya.

Di Kabupaten Magelang terdapat sekitar 6.098 ruang kelas SD/MI, hanya 30 persen dalam keadaan baik, 24 persen rusak berat, dan 16 persen rusak ringan dan sedang.

Pada tingkat SMP negeri, sarana perpustakaan dan laboratorium memang jauh lebih baik, namun sekolah swasta masih kurang dari 50 persen.

Bangunan tua
Sarana pendidikan SMK, banyak yang mengalami kerusakan, karena usia bangunan yang sudah tua, sehingga perlu dilakukan rehab. Tercatat, sebanyak 23 ruang rusak berat, dan 79 rusak sedang dan ringan. “Ruang kelas yang rusak ini masih perlu mendapat perhatian untuk segera dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Sedang kondisi bangunan SMA relatif memadahi, karena hampir semua SMA memiliki sarana cukup baik. Hanya saja, untuk laboratorium masih belum merata, termasuk sarana perpustakaan yang menjadi jantung sekolah harus mendapatkan perhatian.

sumber : http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=14129&Itemid=61

opini : Tujuan diadakannya perguruan tinggi itu cukup bagus, karena setelah lulus dari perguruan tinggi, kita di bekali ilmu dan etika yang baik, sopan dan kreativitas sehingga pada saat kita melamar pekerjaan kita bisa diterima dengan mudah di perusahaan terkenal yg membutuhkan kemampuan – kemampuan kita dan tujuan dengan adanya mata pelajaran ISD ini sangat bagus karna para mahasiswa/i akan mudahnya dengan masalah sosial yang terjadi di sekitar lingkungan kita berada.

2.) 3 KEMAMPUAN LULUSAN PENDIDIKAN TINGGI

Pendidikan Tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat kemampuan yang terdiri atas :

  1. Kemampuan akademik
  2. Kemampuan profesi
  3. Kemampuan pribadi

Dengan seperangkat kemampuan yang dimiliki tersebut di atas, lulusan Perguruan Tinggi diharapkan menjadi sarjana yang sujana yaitu sarjana yang cakap dan ahli dalam bidang yang ditekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahliannya untuk kepentingan masyarakat Indonesia dan umat manusia pada umumnya.

Pencapaian kemampuan akademik dan kemampuan profesi telah diusahakan melalui mata kulia keahlian (MKK), yaitu mata kuliah menurut bidang ilmu pengetahuan masing-masing yang diberikan di perguruan tinggi, di samping kegiatan-kegiatan kokulikuler yang menunjang kurikuler.

Adapun kemampuan pribadi, diharapkan untuk dapat dicapai melalui sekelompok mata kuliah yang tergabung dalam MKDU yang terdiri atas mata kuliah :

  1. Pancasila
  2. Agama
  3. Kewiraan
  4. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa
  5. Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
  6. Ilmu Sosial Dasar (ISD)
  7. Ilmu Budaya Dasar (IBD)

Secara spesifik kemampuan pribadi yang hendak dicapai melalui MKDU bertujuan menghasilkan warga negara Sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :

  • Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
  • Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan Nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
  • Memiliki wawasan Sejarah Perjuangan Bangsa, sehingga dapat memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal rasa cinta Tanah Air, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, mempertinggi kebanggaan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
  • Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan, baik sosial, ekonomi, politik, pertahanan keamanan maupun kebudayaan.
  • Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun tentang lingkungan alamiah serta bersama-sama berperan di dalam pelestariannya.

studi kasus :

1 Juta Sarjana Pengangguran di Indonesia atau lebih??

Ketua Presidium ICMI Pusat, Dr. Hj. Marwah Daud Ibrahim menegaskan, sebanyak 1 juta lulusan perguruan tinggi (PT) di Indonesia yang bergelar sarjana menganggur. Sedangkan keseluruhan jumlah penganggur di Indonesia sebanyak 5,5 juta orang.

“Data yang dilansir pada awal 2008 itu menunjukkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Selain itu, data itu juga menunjukkan bahwa menempuh pendidikan di PT hanya menjadi salah satu jalur yang dilalui untuk menempuh tantangan di arena hidup yang sesungguhnya.

Cepat atau tidaknya lulusan PT bekerja, bergantung kepada kreativitas dan keinovatifan dalam menggali potensi yang dimiliki,” kata Marwah saat berbicara di hadapan mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung di Auditorium UIN SGD, Jln. A.H. Nasution 105 Bandung.

Kegiatan itu merupakan salah satu materi acara yang digelar pada “Ta’aruf Mahasiswa Baru UIN SGD Bandung, Tahun Akademik 2008/2009?. Selanjutnya birokrat yang saat ini banyak bergiat pada program pengembangan kepribadian itu mengatakan, ketika Indonesia memasuki usia kemerdekaan yang ke-63, Indonesia masih dibelenggu oleh berbagai permasalahan.

Di era abad milenium ini, katanya, Indonesia masih menjadi negara yang mengimpor bahan-bahan pangan. Beberapa jenis bahan makanan, seperti beras, kedelai, jagung, singkong hingga garam, masih diimpor oleh negara yang berslogan Negeri Gemah Ripah Lohjinawi ini. “Salah satu bahan pangan yang diimpor dari luar negeri yaitu gandum. Impor bahan untuk pembuatan roti itu berasal dari beberapa negara di Benua Amerika dan Eropa. Sedikitnya 4,5 juta ton gandum setiap tahun didatangkan ke Indonesia,” katanya.

Disebutkannya, kenyataan lain yang juga membuat bangsa Indonesia prihatin, yaitu masih rendahnya pendapatan per kapita manusia Indonesia. Rata-rata pendapatan per kapita setiap penduduk Indonesia hanya sebesar 1.000 dolar Amerika Serikat/AS (Rp 1 juta) per tahun.

“Angka sebesar itu sangat jauh dibandingkan negara-negara lain yang sudah mencapai predikat negara maju. Untuk negara Jepang misalnya, rata-rata pendapatan per kapita penduduknya mencapai angka 37.000 dolar AS (37 juta) per tahun,” ujarnya.

Marwah mengungkapkan, data lain yang akan membuat semakin prihatin rakyat yaitu membumbungnya utang luar negeri Indonesia. Pada tahun ini, utang luar negeri Indonesia sebesar Rp 1.500 trilliun. “Angka itu menunjukkan bahwa setiap orang Indonesia memiliki beban utang sangat besar. Dari 200 juta penduduk Indonesia, setiap warga Indonesia menanggung utang sebesar Rp 7 juta,” tuturnya.

sumber : http://beritaku.webkios.info/1-juta-sarjana-pengangguran-di-indonesia-atau-lebih/

opini : Menurut saya mungkin di karenakan para mahasiswa nya yg kurang berusaha dan kurang kemampuan – kemampuan di dunia pekerjaan dan di penullisan lamaran pekerjaan.

3. Latar Belakang Pengajaran ISD

Dari beberapa buku yang ditulis tahun 1980-an dan 1990-an tentang Ilmu Sosial Dasar (selanjutnya disingkat ISD) ditemukan bahwa latar belakang mata kuliah ini disajikan diperguruan tinggi karena adanya berbagai kritik dari para cendekiawan terhadap sistem pendidikan yang berlangsung di Indonesia, bahwa perguruan tinggi itu seperti menara gading yang para sarjana yang dihasilkanny tidak lebih dari sekedar “tukang-tukang” yang kompeten di bidang yang ditekuninya, tetapi mereka kurang peka, sensitif dan tak acuh terhadap masalah sosial yang ada di sekitarnya. Untuk mengatasi kekur angpekaan itu disajikanlah mata kuliah ISD bagi para mahasiswa agar mereka memiliki “sence of crisis” terhadap lingkungan sekitarnya.

study kasus :

Kasus Nurdin Halid

Vonis dua tahun penjara oleh MA kepada anggota DPR baru Nurdin Halid menciptakan prahara politik di Partai Beringin. Dipimpin langsung oleh Ketua MA Bagir Manan, tanggal 13 September lalu majelis hakim memutus perkara kasasi mantan Ketua Umum Koperasi Distribusi Indonesia (KDI), Nurdin Halid dan Mantan Direktur Utama Bank Mandiri, ECW Neloe. Usai sidang yang berlangsung di lantai dua Gedung MA para hakim berlalu senyap masuk ke ruangan Bagir Manan.

Sekitar pukul 12.00 WIB, satu per satu hakim anggota perkara yaitu Ketua Muda Pidana Khusus Iskandar Kamil, Ketua Muda Perdata Harifin A Tumpa, Djoko Sarwoko dan Rehngena Purba meninggalkan ruangan Bagir. Tak ada yang tahu persis apa yang telah diputuskan karena hakim bersikap bungkam.
Baru kemudian diketahui bahwa putusan itu memang benar-benar kembali menghukum dan mengirim kembali Nurdin Halid dan Neloe ke bui.
Nurdin melalui petikan putusan Nomor 1384K/Pid/2005 yang diterima Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Andi Samsam Nganro, diputus MA penjara 2 tahun dan denda 30 juta karena secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam dana distribusi pengadaan minyak goreng bulog sebesar 169,7 miliar melalui Koperasi Distribusi Indonesia (KDI) yang diketuai Nurdin Halid.
Pada 16 Juni 2004 Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia 2004-2009 dan Ketum PSSI periode 2003-2009 ini ditahan sebagai tersangka kasus penyelundupan gula impor ilegal 73 ribu ton. Nurdin juga sempat ditahan karena distribusi ilegal minyak goreng KDI. Namun pada 16 Juni 2005 Nurdin dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut di PN Jakarta Selatan. Jaksa Penuntut tidak terima dan mengajukan kasasi ke MA sampai kemudian vonisnya diketahui publik 14 September lalu. Kejaksaan Agung memaklumi vonis MA itu berjanji akan segera memanggil dan melakukan eksekusi secepatnya kepada Nurdin Halid. Meskipun pada kenyataannya Nurdin Halid tidak langsung dicokok oleh kejagung.
Nurdin Halid sehari sebelum putusan MA, tepatnya 12 September 2007 lalu, baru saja bersuka cita karena dilantik oleh presiden melalui keppres 12 September 2007 selaku anggota DPR PAW menggantikan Andi Mattalatta. Nama Nurdin Halid lolos oleh KPU karena didukung oleh Partai Golkar langsung di bawah pimpinan Jusuf Kalla. Pihak KPU Ramlan Surbakti, mengaku tidak tahu menahu hasil vonis MA. Dia menyesal mengapa selama dua minggu verifikasi, tak ada kabar hukum mengenai kasasi MA tersebut.
Banyak pihak terkejut atas putusan MA ini. Bahkan Nurdin Halid sendiri mengaku mengetahui putusan tersebut sehari setelah putusan itu. Vonis MA walhasil menimbulkan prahara politik. Presiden SBY pun kontan menjadi sasaran gugatan dari politisi Golkar Yuddi Chrisnandi karena telah ceroboh menandatangani Keppres, padahal MA telah mengeluarkan putusan vonis itu tertanggal awal 13 Agusutus 2007. “Kok bisa terpidana jadi wakil rakyat kata Yuddi.

Serangan kecerobohan SBY itu ditangkis jubir kepresidenan Andi Malarangeng dengan alasan presiden menandatangani itu karena mengikuti saja permohonan Ketua DPR yang dianggap telah mengikuti prosedur. Serangan berbalik ke arah Ketua DPR Agung Laksono. Agung Laksono sendiri lantas banyak menghindar dan mempertanyakan pilihan yang dibuat oleh internal Golkar dan KPU.
Kekacauan informasi itu kemudian ditengahi oleh MA dengan mengakui bahwa telah terjadi salah ketik dalam pencantuman tanggal keluarnya vonis tesebut. Kepala Humas dan Biro Hukum MA, Agung Nurhadi mengakui kekhilafan itu dan memberi keterangan bahwa putusan itu yang benar keluar pada 13 September 2007 dan bukan 13 Agustus 2007 sebagaimana tercantum dalam petikan kasasi MA.
Sebagai catatan, kesalahan ketik di MA tersebut bukanlah preseden pertama. MA melakukan salah ketik yang sama pada kasus perkara uji materiil Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2002 yang akrab dikenal dengan kebijakan Release and Discharge oleh LSM. Terdapat kejanggalan dalam salinan putusan bernomor register 06 G/HUM/2003 itu. Lalu MA juga melakukan kesalahan yang sama pada sengketa tanah Meruya Selatan.

Menurut Guru Besar Hukum Acara Perdata FH Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Sudikno Mertokusumo kesalahan ketik dalam putusan memang lazim terjadi. Dalam istilah doktrin hukum acara, dikenal apa yang disebut Clerical Error. Kesalahan dalam penulisan menunjukkan kekurangtelitian hakim. Sebab saat putusan telah ditulis dan siap diteruskan ke pemohon, hakim mesti menandatangani master arsip. Kekhilafan dalam penulisan putusan itu selama ini tidak bisa dipermasalahkan. Apalagi sampai berakibat putusan tak mengikat secara hukum. Namun ketika dari putusan tersebut muncul klaim yang menyatakan adanya kesalahan, MA wajib bersikap proaktif membenahi kekeliruan. Pembenahan atau koreksi putusan ini dikenal dalam hukum dengan sebutan “renvoi.” Bagian yang salah dicoret lalu dibenarkan dan setiap koreksi diparaf oleh majelis hakim. Salah ketik tersebut kini membuat salah paham politik antara presiden dan DPR.

sumber : aiedbelajarngeblog.blogspot.com/2009/12/kasus-nurdin-halid.html

opini : mungkin karna beliau tidak pernah tahu dan memahami mata kuliah ISD, karna kasus di atas kita tahu betapa pentingnya mata kukliah ISD tersebut.itu lah sebabnya mata kuliah ini diberikan diperguruan tinggi karena adanya berbagai kritik dari para cendekiawan terhadap sistem pendidikan yang berlangsung di Indonesia.

4.Pengertian ISD

Pada dasarnya, ilmu pengetahuan dapat dikelompokkanmenjadi 3 cabang,yaitu:

  1. Natural science (ilmu-ilmu alamiah) seperti fisika, kimia, astronomi, biologi, botani, dan lain-lain;
  2. Sosial science (ilmu-ilmu sosial) terdiri dari sosiologi, ekonomi, politik, antropologi, sejarah, psikologi, geografi, dan sebagainya;
  3. Humanities (ilmu-ilmu budaya), seperti bahasa, agama, kesusastraan,  kesenian, dan lain-lain.

Sasaran ilmu-ilmu alamiah adalah gejala-gejala perilaku manusia, sedangkan sasaran pengkajian ilmu-ilmu budaya adalah gejala rohaniah atau aspek-aspek normatif dalam kehidupan manusia. ISD adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang terjadi dalam konteks keindonesiaan dan pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dengan menggunakan konsep-konsep yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan-lapangan ilmu-ilmu sosial, seperti sejarah, sosiologi, ekonomi’ geografi, antropologi dan sebagainya.

sumber : wikipedia.com

srudy kasus:  membentuk kepribadian dasar yang baik

Berdasarkan konsep modifikasi perilaku di atas, kita dapat menerapkannya untuk membentuk anak-anak supaya memiliki kepribadian yang matang. Adapun prinsip-prinsip bimbingan yang mesti dijalankan agar kepribadian anak tumbuh dengan baik adalah sebagai berikut.

1Kenali usia perkembangan anak
Kebanyakan kita tanpa disadari berpikir bahwa anak-anak sama dengan kita, orang dewasa. Kita berpikir bahwa mereka mestinya tahu apa yang kita inginkan lewat apa yang kita katakan. Banyak pembimbing (orang tua, guru) yang mengeluh, karena anaknya sudah diberitahu berulang kali tentang hal yang dilarang, tetapi tetap dilakukan juga. Seolah-olah mereka memang bandel. Benarkah demikian?
Banyak kesalahpahaman dalam pembimbingan terjadi karena kekurangmengertian pembimbing mengenai tahap-tahap perkembangan anak. Setiap tahap perkembangan menghasilkan pola-pola reaksi yang berbeda dari anak, dan ini juga menuntut perbedaan pola pembimbingan/pengasuhan. Anak kecil sebagian besar tidak cukup hanya diberi peringatan berupa kata-kata saja, namun perlu ada bentuk-bentuk yang lain, c/: menyatakan suatu hal berbahaya. Orang tua sering kali kurang berani melakukan tindakan fisik (memukul pantat misalnya) terhadap anaknya yang masih batita. Mereka hanya melarang dengan kata-kata, padahal anak masih belum paham sebagian besar arti dari larangan tersebut, sehingga mereka tetap melakukan saja apa yang mereka inginkan. Untuk memahami anak di setiap usia perkembangan, sudah ada banyak buku/majalah yang ditulis dengan bahasa populer yang bisa dipakai sebagai acuan.

2. Beri kesempatan anak untuk memikirkan akibat perbuatannya
Anak-anak sedini mungkin perlu dilatih untuk memahami hubungan antara perilakunya dengan konsekuensi yang didapat. Dengan demikian nantinya anak-anak akan belajar untuk berhati-hati dalam bertingkah laku karena sudah terbiasa untuk memikirkan resiko dari perbuatan yang dilakukannya. Cara ini bisa dilakukan bila kita memberitahukan terlebih dulu akibat yang diperoleh anak bila dia melakukan tingkah laku tertentu. Misal: beri anak waktu untuk berpikir sebelum dia melakukan sesuatu. (c/ diberi hitungan). Ini membawa manfaat bagi anak untuk mulai berlatih mengontrol keinginannya sendiri dari dalam, bukan karena faktor dari luar.

3. Belajar mengubah cara-cara yang keliru dalam pembimbingan/

pengasuhan
Sering pembimbingan menjadi tidak efektif karena cara yang digunakan kurang tepat. Yang paling umum terjadi adalah perintah, larangan atau pesan yang disampaikan kepada anak terlalu umum dan kurang khusus/spesifik sehingga memungkinkan penafsiran yang luas bagi anak. Misal, mengatakan kepada anak: “Jangan nakal, yaa!” Padahal yang dimaksud adalah jangan memanjat pohon tanpa sepengetahuan kita. Akibatnya, anak menjadi salah tingkah, mungkin justru melakukan hal yang sebenarnya kita larang karena itu menurutnya bukan perbuatan nakal, atau bahkan membentuknya menjadi pribadi yang pasif dan penakut karena menurutnya perintah itu berarti dia tidak boleh melakukan apapun!
Juga kita sering kali menggunakan bahasa “tuduhan” kepada anak dalam menyampaikan suatu hal. Padahal, siapapun orangnya biasanya spontan akan membela diri bila merasa diserang. Alangkah baiknya kita mulai mengganti bahasa tuduhan tersebut dengan bahasa yang melatih anak untuk berempati, sehingga memberi rangsangan kepada dia untuk memahami orang lain.

4. Seimbangkan antara kritikan dan pujian
Seringkali pembimbing/orang tua kurang menyadari bahwa mereka terlalu banyak menuntut dan mengkritik anak dibanding dengan memberi pujian. Misal, anak selama di sekolah telah mulai bersikap proaktif, namun karena pada akhir jam pengajaran dia rewel, orang tua justru memberi perhatian dan mengkritik rewelnya. Akibatnya, sikap proaktif yang mulai ditunjukkan menjadi tidak berarti bagi anak dan anak mungkin akan mengembangkan gambaran diri yang negatif.

5.Tegakkan disiplin yang konsisten
Prinsip yang kelima ini menjadi penting karena justru menjadi inti pengasuhan yang efektif. Pengasuh harus menerapkan aturan yang jelas dan konsisten dari waktu ke waktu, sehingga anak betul-betul berhasil membatinkan aturan tersebut. Konsisten di sini juga dalam pengertian, apa yang dikatakan oleh orang tua harus dilakukan/terjadi. Misal, dalam menjanjikan suatu hadiah atau memberikan ancaman hukuman. Oleh karena itu pengasuh pun harus berhati-hati dalam memberikan janji atau mengeluarkan suatu ancaman.

Penutup
Menjadi pembimbing (orang tua, pendidik dsb.) tidaklah mudah. Dibutuhkan bukan hanya kemauan untuk menjadi pembimbing yang baik, tetapi juga perlu keterampilan yang memadai. Apa yang didapatkan dari pengasuh/pembimbing kita yang dulu tidaklah cukup, kita perlu senantiasa belajar keterampilan-keterampilan yang baru dan membiasakannya dalam keseharian sehingga nantinya mendarah daging dengan sendirinya. Oleh karena itu bicara saja tidak cukup, perlu latihan dan penerapan dalam keseharian. Kiranya Tuhan membimbing dan memberi hikmat!

opini : karna adanya mata kuliah ISD kita harus lebih cepat dalam mengambil keputusan untuk  di kedepan harinya. agar kita punya peersiapan di hari tua nanti.